Friday, September 28, 2007

SYUKRAN, SYUKRAN, SYUKRAN


Praise be to Allah and blessings and peace be upon our master Muhammad, his family and his Companions.

"O those of My servants who have transgressed against your own selves, despair not of God's mercy. God does forgive all sins, for surely He is the most forgiving most merciful one." (39:53)

Repentance does not mean being perfect. We can never be perfect since even prophets have at times made mistakes. Repentance means to abandon one's rebelliousness and arrogance before God and to stop deliberately disregarding His commandments without feeling any shame. Repentance means to humbly hope for the mercy of God and to fear His judgment while doing the best one can to fulfill divine wishes within the limits of one's human weaknesses.


“Ya, Allah Engkaulah Tuhanku, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku. Sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di dalam genggaman-Mu dan di dalam perjanjian setia ( beriman dan taat ) kepada-Mu sekuat mampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah ku lakukan. Aku mengakui atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada ku dan aku mengaku segala dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

Laylatul Qadr falls on the eve of 25th Ramadhan 1428 or October 7, 2007?


We should strive to find this night, and then pass it in worship and obedience. If this is done for the sake of Allah, with sincerity, then all past sins will be forgiven. However, if a person misses out on worship during Laylatul Qadr they truly are a deprived person.

The days of Laylatul-Qadr are an important time for worship, especially the last 10 days. We should pray sincerely from our hearts in order to be saved from the hellfire. This is a good opportunity not only to pray for ourselves but also for our fellow brothers and sisters, for if we can not do anything else then our prayers will help.

This night is full of reward and blessing and is equivalent to a thousand nights of worship. Anyone who takes part in Laylatul Qadr will have worshipped an equivalent of eighty three years and three months. It is as if a person has spent an entire lifetime in non-stop worship.

May Allah help us to purify our hearts, strengthen our faith, and enable us to meet every challenge, and overcome every difficulty in our lives. May Allah allow us to serve Him with sincerity in our work, study, professional, business, family and social lives. When the time comes for us finally to return to Him, may Allah admit us to the companionship of those whom He loves.

According to Ibnu Abu Hurairah r.a, Abu al-Hassan said, he has never missed Laylatul-Qadr based on this formula. If Ramadhan falls:-

a)On Sunday and Wednesday,then Laylatul-Qadr will be on the eve of 29th Ramadhan.
b)On Monday, then Laylatul-Qadr fwill be on the eve of 21st Ramadhan.
c)OnTuesday and Friday, then Laylatul-Qadr will be on the eve of 27th Ramadhan.
d)On Thursday,then Laylatul-Qadr will be on the eve of 25th Ramadhan.
e)On Saturday, then Laylatul-Qadr will be on the eve of 23rd Ramadhan.



SYUKRAN... SYUKRAN... SYUKRAN...

Awal Ramadhan 1428 jatuhnya pada hari Kamis, 13 September 2007. Mungkinkah Malam Lailatul Qadar Tahun 2007 ini jatuhnya pada Malam ke 25 Ramadhan seperti mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a.(ia itu dimalam "eve of" 7/10/2007)

Rujukan Utama:-

Mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a., Abu al-Hassan menyatakan sejak baligh dia tidak pernah luput dapat menemui Malam Lailatul Qadar itu berdasarkan hari awal Ramadhan seperti berikut :-

a)Hari Ahad dan Rabu maka Lailatul Qadar pada malam ke 29 Ramadhan.
b)Hari Isnin maka Lailatul Qadar pada malam ke 21 Ramadhan.
c)Hari Selasa dan Jumaat maka Lailatul Qadar pada malam ke 27 Ramadhan.
d)Hari Khamis maka Lailatul Qadar pada malam ke 25 Ramadhan.
e)Hari Sabtu maka Lailatul Qadar pada malam ke 23 Ramadhan Rujukan:-

Mereka yang bertemu Lailatul Qadar akan terus dingin badannya kerana dihampiri dan disalami oleh para malaikat, hendaklah segera membaca:

"Allahummainnaka 'afuwwun karim tuhibbul 'afwa fa'fu anni waghfirli". yang bermaksud, "Ya Allah Engkau pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku".(HR. Annasa'i).

Lain-lain Rujukan Malam Lailatul Qadar itu turun

1. Dari Hadist : Bahawa Malam Lailatul Qadar turun dalam 10 malam terakhir yang ganjil 21, 23, 25, 27, 29.

2. Imam Syafi'i Berkata : Dalam Surah Al Qadr disebutkan Kata Lailatul Qadar disebut 3x jika dihitung hurufnya dari kata "Lailatul Qadr" berjumlah 9 huruf. Jadi Malam Lailatul Qadar terjadi 9x3 = 27. Malam ke 27 Dari Bulan Ramadhan.

3. Sheikh Abu Yazid Al Busthani (Seorang Wali Quthub di Masanya Berkata ) : Aku mendapati Malam Lailatul Qadar selalu terjadi Pada Malam Yang ke-27 di Bulan Ramadhan.


Nasihat Rasulullah SAW Menyambut Bulan Suci Ramadhan:

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu dikabulkan.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya,dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-pungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

(Para sahabat bertanya:" Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan , Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.


Amirul Mukminin k.w. berkata: Aku berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?" Jawab Nabi:Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".


Rahsia disebalik Malam Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang begitu besarnya. Pada Malam ini seluruh Para Wali Allah merayakannya. Bahkan diantara mereka sepakat menyebut malam lailatul Qadr adalah Hari Raya Mereka sebagai mana kita merayakan hari Raya iedul Fitri dan Iedul Adha. Ada beberapa Rahasia dibalik Malam Lailatul Qadar.

Dalam surat Al Qadr disebutkan :

Al Qadr (97) ayat 1 Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.
Al Qadr (97) ayat 2 Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Al Qadr (97) ayat 3 Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Al Qadr (97) ayat 4 Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Al Qadr (97) ayat 5 Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Turunnya Malaikat Jibril as setelah menemui baginda rasulullah saw beliau meminta petunjuk mengenai orang-orang yang akan mendapat Malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW kemudian memberikan syarat-syarat atau kreteria yang akan mendapat Lailatul Qadar. Diantara kreteria-kreteria tersebut adalah :

* Orang yang berniat karena Allah untuk mendapatkan Malam Lailatul Qadar.
* Orang yang menghidupkan malam itu dengan ibadah-ibadah semata karena Allah SWT.
* Orang yang memperbanyak membaca Selawat atas Nabi SAW
* Orang yang menghatamkan Al Qur'an.

Begitulah kreteria-kreteria yang diperintahkan oleh Baginda Rasulullah kepada Jibril as untuk mencari dan mencatat orang-orang yang pada malam Lailatul Qadr itu memenuhi kreteria-kreteria tersebut.

Apakah Persiapan Kita ?

1. Niat bahawa kita memang mencari Malam Lailatul Qadar.

2. Setelah niat, maka kita mengkatam Al Qur'an pada malam itu, jika berjamaah, boleh lah dibahagi 30 juz yang dibahagikan kepada 30 orang yang agak cepat membacanya. Sedangkan jamaah yang lain disarankan untuk memperbanyak membaca surah Al Ikhlas dan Selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Kira-Kira 1-2 Jam. Kemudian lakukanlah Solat Taubat 2 Rakaat mengharap Ampunan Dari Allah SWT. Disini kita tumpahkan segalanya. Kita ingat-ingat dosa kita, ya dosa yang kita perbuat. Kita tumpahkan dengan air mata yang dalam. Bahkan ada sebahagian riwayat "Sesiapa yang bertaubat kemudian menangis dengan air tangis yang panas bererti tobatnya diterima oleh Allah SWT".

4.Setelah itu sebaiknya kita diam diri. Selama 15 menit sampai 1 Jam untuk berdzikir sekuat tenaga kita. Jika perlu disini kita perlu beristimdat yaitu menadah nur/cahaya yang diturunkan Allah SWT pada malam itu.

Itulah diantara yang perlu kita lakukan di Malam Lailatul Qadar. Namun demikian semuanya ini akan kembali kepada keyakinan dan kepercayaan kita kepada Allah SWT.

Apakah Tanda-tandanya Bahwa kita Telah Mendapatkan Malam Lailatul Qadar ?

Disini adalah hal yang ganjil untuk diceritakan sebab hal ini sudah masuk dalam sesuatu yang muah untuk diterangkan. Namun tidak ada salahnya kita mengetahui beberapa yang umum. Diantara bahawa kita memperoleh malam ini adalah :

1. Tubuh badan kita menjai cerah dan terang serta menjadi segar dan selesa serta hilang segala keresahan yang dialami sebelumya yang tidak pernah kita mengalami sebelumnya.

2.Diantara sebahagian ada yang disalami dan dipeluk oleh Malaikat sehingga badan menggigil kerana kesejukkanmnya, sebab pada waktu itu suasana tidak sejuk dan tidak panas.

3.Diantara mereka ada yang melihat Nur jatuh dihadapannya.

4.Diantara mereka ada yang merasa dosa-dosanya diampuni sehingga ada sebagian diantara mereka yang pingsan karena tangis dan permohonan Ampun kepada Robbi yang merekah tumpahkan.

5.Diantara Mereka ada yang bersua dengan NABIYULLAH KHIDLIR AS. Mengenai ini ada sebagaian ulama kasyaft yang menyatakannya, sebab Pada malam ini Khidlir as akan memilih diantara semua yang mencari malam lailatul Qadr.

6.Dan yang pasti adalah pada jiwa-jiwa orang yang mendapatkan Malam Lailatul Qadar akan damai, tentram seakan-akan begitu dekatnya dengan Allah Maha Kuasa.

7.Sebagian yang Lain mereka bermimpi bersua dengan Para Nabi, Junjungan Kita Nabi Besar Muhammad SAW, dll yang hanya dialami oleh mereka yang benar-benar mencari malam lailatul Qadr dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT .


Guna YouTube Untuk Ceramah Agama :-Ustaz Aqil Hayy Raya Al’Haj Bekas penyayi kumpulan rock D’Riyadh, kini menjadi pendakwah…



Video Klip Pertama



Untuk kesemua 113 video ceramah Ustaz Aqil Hayy Raya Al’Haj di YouTube


Kisah Sheikh Abu Yazid Al Bustami

Abu Yazid Al Bustami seorang ahli Sufi yang dikejutkan oleh mimpinya supaya pergi ke gereja Samaan. Tiga kali mimpinya itu berulang.

Lalu ia bersiap dengan pakaian dan cara yang diberitahu dalam mimpinya. Ia masuk ke gereja Samaan tanpa diketahui oleh Paderi-paderi yang hadir. Dia bersama-sama paderi lain menanti kedatangan ketua Paderi. Setelah ketua Paderi datang, ketua Paderi itu tidak dapat berucap. Dia tahu ada orang lain, orang Islam di dalam gereja itu. Katanya, ” ada orang yang percaya kepada Syariat Muhammad di dalam gereja ini.”

Semua paderi menjadi gempar dan mereka menghendaki orang itu di bunuh. Namun ketua paderi mencegahnya, sebaliknya ketua paderi meminta orang itu bangun supaya mereka dapat mengenalinya. Abu Yazid Al-Bustami pun bangun, tanpa rasa takut.

Ketua paderi berkata, “wahai pengikut Muhammad, saya akan mengajukan pertanyaan kepada kamu. Jika kamu dapat menjawab semuanya dengan benar, maka saya akan mengikuti agama kamu. Namun jika kamu tidak dapat menjawabnya, maka kami akan membunuhmu.”

Jawab Abu Yazid, “baiklah! Tanyakan apa saja yang kamu ingin tanyakan.”

Ketua paderi itu mengemukakan 50 pertanyaan bertubi-tubi dan kemudian Abu Yazid menjawabnya dengan tepat.

Kata Abu Yazid, “saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Sekarang apakah ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain?”Semua pendeta menjawab, “tidak ada lagi,”

Kemudian Abu Yazid mengemukakan pertanyaan kepada mereka. “beritahu saya
kunci Syurga dan Neraka langit.”

Tidak seorang pun yang dapat menjawabnya dan mereka mengaku bahwa memang mereka tidak tahu jawabannya. Baru satu pertanyaan sudah tidak dapat dijawab sedangkan Abu Yazid telah menjawab berpuluh pertanyaan. Mereka meminta ketua paderi menjawab, namun ia membisu.

Katanya, “bukan saya tidak mau menjawab, tetapi saya takut kamu semua
tidak sependapat.”

Mereka heran mendengar kata-kata ketua paderi itu. Akhirnya mereka mendesak juga dan bersedia untuk menyetujui serta menerima kata-kata ketua mereka.

Kemudian ketua Paderi menjawab “Bahwa kunci Syurga dan Kunci langit itu tidak lain ialah “LAILA HAILLALLAH HU MUHAMMAD DARASULULLAH.” Tegas ketua paderi.

Mereka semua tersentak, terdiam. Lalu Abu Yazid berkata, “memang benar kata ketua kamu ini.” Semua paderi memeluk Islam, Abu Yazid menuntut janji kepada ketua paderi dan persetujuan pengikut-pengikutnya.

"Sahabat-sahabat sekalian percayalah bahwa apa yang saya ceritakan ini adalah benar. Saya tidak dipaksa oleh siapapun dalam mengucapnya. Memang sudah lama saya fikirkan hendak menyampaikan masalah ini kepada sahabat-sahabat semua, tetapi saya bimbang sahabat-sahabat tidak akan percaya kepada saya lagi. Saya hanya menunggu waktu.”

“Dari mana tuan mengetahui perkara ini?” Tanya salah seorang paderi.

“Dari ketua sebelum saya.” Jelas ketua paderi.

“Sebelum ketua itu meninggal dunia dia telah bersumpah bahwa perkara yang dikatakan itu adalah benar.” Sambung ketua paderi itu.

“Kalau begitu, apa lagi yang kita tunggu!” Ketua paderi dan pengikut-pengikutnya semuanya memeluk Islam disebabkan oleh Abu Yazid. Ilmu Abu Yazid telah menyelamatkan daripada maut. Ilmu ketua paderi telah menyelamatkan daripada kesesatan dan ilmu kedua-duanya telah menutup tabir kejahilan dan menyingkap tabir kebenaran dan Islam!

Berikut ini Pertanyaan Ketua Paderi. Dan Jawaban Abu Yazid Al-Bustami

1. Yang satu tidak ada duanya. Kewujudan Allah Maha Esa. Dia Tuhan yang tunggal tiada sekutu baginya.

2. Yang dua tiada tiganya. Malam dan siang. Apabila pergi malam datanglah siang dan apabila pergi siang datanglah malam.

3. Yang tiga tiada empatnya. Kursi, Kalam dan Arash Allah Hu subhanahu Wataala.

4. Yang empat tiada limanya. Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.

5. Yang lima tiada enamnya. Islam telah memfardukan solat lima waktu: Zohor, Asar, Maghrib, Ishak dan
Subuh.

6. Yang enam tiada tujuhnya. Hari-hari Allah telah menciptakan langit dan bumi. Ini semua tersebut didalam Kitab-kitab suci juga.

7. Yang tujuh tiada delapannya. Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang disebut di dalam Kitab Suci juga.

8. Yang delapan tiada sembilannya. Bilangan Malaikat yang memikul Arash Allah Taala yang disebutkan di dalam Kitab Suci (artinya): dan akan memikul Arash Tuhan kamu pada hari (Kiamat)itu adalah delapan Malaikat.

9. Yang sembilan tiada sepuluh. Bilangan kaum daripada golongan manusia yang menjadikan kerusakan bumi Allah,sebagaimana yang tersebut di dalam Kitab Suci (artinya): di dalam kota itu dahulu terdapat sembilan kumpulan yang menjadi perusak bumi, mereka tidak pernah melakukan yang baik.

10. Sepuluh yang sempurna. Kewajiban puasa sepuluh hari ke atas orang yang berihram haji sebagaimana firman Allah Taala (artinya): Maka hendaklah ia (orang yang berihram haji)berpuasa tiga hari semasa haji dan tujuh hari setelah kembali ke negerinya.Itulah dia sepuluh yang sempurna.

11. Yang sebelas. Saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam.

12. Yang dua belas. Bilangan bulan dalam setahun.

13. Yang tiga belas. Mimpi Nabi Yusuf Alaihissalam yang tersebut di dalam Kitab Suci: Sesungguhnya Aku melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Jumlahnya tiga belas.

14. Orang yang berdusta, kemudian dapat masuk Syurga. Mereka ialah saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam. Mereka memberitahu ayah mereka Nabi Yaakob Alaihissalam bahwa Yusuf telah di makan serigala. Mereka membawa pakaiannya yang dilumur dengan darah kambing. Perkara yang mereka lakukan itu adalah suatu dusta.

15. Orang yang benar, tetapi mereka dimasukkan ke dalam neraka. Mereka ialah kaum Yahudi dan Nasrani, sesuai dengan firman Allah Ta’ala (artinya) : telah berkata, Kaum Yahudi, kaum Nasrani itu tidak benar dan berkata kaum Nasrani pula kaum Yahudi itu tidak benar. Kedua-dua kaum itu berkata benar pada tuduhan mereka antara satu dengan lain, namun mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran yang ada di hadapan mereka yaitu mempercayai agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam sebagai penyempurna agama yang sebelumnya. Lantaran itu mereka menduduki neraka.

16. Tempat roh dalam badan manusia. Roh berada di dalam tubuh badan manusia yang hanya diketahui hakikatnya oleh Allah Taala kerana roh adalah merupakan urusan Allah Taala jua, berdasarkan firmannya (artinya): katakan roh itu dari perkara urusan Tuhanku.

17. Al Zariyati Zarwa. Nama empat macam angin.

18. Al Hamilati Wakra. Awan gemawan di dada langit.

19. Al Jariyati Yusra. Perahu-perahu yang belayar di laut.

20. Al Mukassimati Amra. Malaikat-malaikat yang bertugas membagi-bagikan rezeki kepada manusia pada malam Nisfu Syaaban.

21. Yang empat belas. Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang sesuai dengan firman Allah Taala (artinya): Maka Allah berfirman kepadanya yaitu kepada tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi, datanglah kepada aku secara patuh terhadap perintahku ataupun secara terpaksa. Maka berkata kedua-dua langit dan bumi, “kami akan datang kepadamu secara patuh dan taat.”

22. Kubur yang berjalan dengan penghuninya. Ikan besar yang menelan Nabi Yunus Alaihissalam. Nabi Yunus Alaihissalam di bawa oleh ikan ke mana-mana sahaja yang akhirnya dimuntahkan di pantai dengan izin Allah Taala.

23. Yang bernafas, tetapi tidak mempunyai roh. Waktu subuh seperti firman Allah Taala (artinya): demi subuh apabila ia terlepas.

24. Air yang tidak turun dari langit dan tidak keluar dari bumi. Air yang dikirim oleh ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam di dalam botol yaitu air peluh kuda.

25. Empat yang bukan daripada golongan manusia, Malaikat dan bukan
daripada punggung lelaki dan daripada perempuan.
Kibas yang di bawa Jibril Alaihissalam sebagai korban ganti Nabi Ismail Alaihissalam, unta Nabi Salleh Alaihissalam yang disembelih kaumnya, untuk Nabi Adam dan Siti Hawa Alaihissalam.

26. Satu ciptaan Allah, lalu diingkarinya sebagai satu yang buruk. Suara keledai yang tidak sedap didengar, sesuai dengan firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya suara yang paling buruk ialah suara keledai

27. Darah yang mula-mula mengalir ke bumi. Darah Habil yang dibunuh oleh saudaranya Kabil.

28. Sesuatu ciptaan Allah, lalu diangkat sesuatu yang berat. Muslihat kaum wanita, seperti Firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya tipu
muslihat wanita adalah suatu tipu muslihat besar atau berat.

29. Pada mulanya sebatang kayu kemudian menjadi roh. Tongkat Nabi Musa Alaihissalam

30. Wanita yang paling utama. Hawa, ibu sekalian manusia, kemudian Khatijah dan Aisyah, Asiah (isteri Firaun) dan Maryam Binti Imran.

31. Gunung yang paling utama. Gunung Tursina

32. Binatang yang paling utama. Kuda.

33. Bulan yang paling utama. Bulan Ramadhan.

34. Malam yang paling utama. Lailatul Qadar.

35. Tentang Atta’mah. Hari Kiamat.

36. Pohon yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting ada 30 daun, setiap daun ada lima kembang, dua bunga di matahari dan tiga bunga di tepi kegelapan. Pohon itu “tahun” yang padanya ada 12 bulan, satu bulan ada 30 hari. Lima itu ialah lima waktu solat.

37. Satu benda yang pergi haji dan tawaf di Baitullah, tetapi tidak mempunyai roh dan tidak wajib haji. Bahtera Nabi Noh Alaihissalam.

38. Empat jenis air yang lain rupanya dan rasanya, tetapi sumbernya satu. Air mata, air telinga, air hidung dan air mulut. Air mata masin, air telinga pahit, air hidung masin dan air mulut tawar.

39. Nakir, fatil dan kitmir. Nakir ialah titik yang terdapat pada kulit luar benih, fatil ialah titik yang terdapat di dalam benih dan kitmir ialah kulit yang membaluti benih.

40. Sabid dan Labad. Bulu kambing biri-biri dan kambing kasi.

41. Sam dan Ram. Makhluk yang telah ada sebelum wujud Nabi Adam Alaihissalam.

42. Maksud keledai Makwak. Keledai Makwak tanda ia melihat syaitan, lalu ia berkata: Allah melaknatnya.

43. Maksud anjing menyalak.Anjing menyalak bermaksud: Awas! Celaka bagi penghuni-penghuni neraka dari kemurkaan Allah yang maha berkuasa.

44. Maksud jeritan kuda. Kuda menjerit bermaksud: Maha suci Allah yang memeliharaku ketika tentara berpadu menyerang musuh dengan penuh semangat.

45. Maksud jeritan unta. Unta menjerit membawa maksud: Hasbiyallahu Wakafa Billahi Wakila (artinya): Memadailah Allah bagiku dan cukuplah Dia tempat aku menyerahkan diriku.

46. Maksud nyanyian burung Bulbul. Nyanyian Bulbul bermaksud: Maha suci Allah pada waktu pagi dan pada waktu petang.

47. Maksud bunyi katak. Bunyi katak bermaksud: Maha suci Tuhan yang di sembah di mana-mana sahaja ada makhluknya dan di tempat-tempat yang tiada penghuninya.

48. Maksud kata-kata burung Nakus. Maksud kata-katanya: Maha suci Allah sungguh-sungguh! Wahai anak Adam! Lihatlah di barat dan di timur di dunia itu, adakah makhluk yang menongkat langit?

49. Kaum daripada makhluk Allah yang diutus kepadanya, namun ia bukan
dari kumpulan jin, manusia dan Malaikat.
Makhluk itu adalah lebih seperti Firman Allah Taala (artinya): dan Tuhan kamu telah mewahyukan kepada lebih.

50. Di mana malam ketika siang dan di mana siang ketika malam. Kedua-duanya berada di dalam ilmu Allah Taala yang amat sulit.



Hidayah di Biara Kisah benar dari Indonesia.

Namaku Irene Handono. Aku dibesarkan dalam keluarga yang rilegius. Ayah dan ibuku merupakan pemeluk Katholik yang taat. Sejak bayi aku sudah dibaptis, dan sekolah seperti anak-anak lain. Aku juga mengikuti kursus agama secara privat. Ketika remaja aku aktif di organisasi gereja.
Sejak masa kanak-kanak, aku sudah termotivasi untuk masuk biara. Bagi orang Katholik, hidup membiara adalah hidup yang paling mulia, karena pengabdian total seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan. Semakin aku besar, keinginan itu sedemikian kuatnya, sehingga menjadi biarawati adalah tujuan satu-satunya dalam hidupku.

Kehidupanku nyaris sempurna, aku terlahir dari keluarga yang kaya raya, kalau diukur dari materi. Rumahku luasnya 1000 meter persegi. Bayangkan, betapa besarnya. Kami berasal dari etnis Tionghoa. Ayaku adalah seorang pengusaha terkenal di Surabaya, beliau merupakan salah satu donaturterbesar gereja di Indonesia. Aku anak kelima dan perempuan satu-satunya dari lima bersaudara.

Aku amat bersyukur karena dianugrahi banyak kelebihan. Selain materi, kecerdasanku cukup lumayan. Prestasi akademikku selalu memuaskan. Aku pernah terpilih sebagai ketua termuda pada salah satu organisasi gereja. Ketika remaja aku layaknya remaja pada umumnya, punya banyak teman, aku dicintai oleh mereka, bahkan aku menjadi faforit bagi kawan-kawanku.

Intinya, masa mudaku kuhabiskan dengan penuh kesan, bermakna, dan indah. Namun demikian aku tidak larut dalam semaraknya pergaulan muda-mudi, walalupun semua fasilitas untuk hura-hura bahkan foya-foya ada. Keinginan untuk menjadi biarawati tetap kuat. Ketika aku lulus SMU, aku memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan itu.

Tentu saja orang tuaku terkejut. Berat bagi mereka untuk membiarkan anak gadisnya hidup terpisah dengan mereka. Sebagai pemeluk Katholik yang taat, mereka akhirnya mengikhlaskannya. Sebaliknya dengan kakak-kakaku, mereka justru bangga punya adik yang masuk biarawati.

Tidak ada kesulitan ketika aku melangkah ke biara, justru kemudahan yang kurasakan. Dari banyak biarawati, hanya ada dua orang biara yang diberi tugas ganda. Yaitu kuliah di biara dan kuliah di Instituit Filsafat Teologia, seperti seminari yang merupakan pendidikan akhir pastur. Salah satu dari biarawati yang diberi keistimewaan itu adalah saya.

Dalam usia 19 tahun Aku harus menekuni dua pendidikan sekaligus, yaknipendidikan di biara, dan di seminari, dimana aku mengambil Fakultas Comparative Religion, Jurusan Islamologi.

Di tempat inilah untuk pertama kali aku mengenal Islam. Di awal kuliah, dosen memberi pengantar bahwa agama yang terbaik adalah agama kami sedangkan agama lain itu tidak baik. Beliau mengatakan, Islam itu jelek. Di Indonesia yang melarat itu siapa?, Yang bodoh siapa? Yang kumuh siapa? Yang tinggal di bantaran sungai siapa? Yang kehilangan sandal setiap hari jumat siapa? Yang berselisih paham tidak bisa bersatu itu siapa? Yang jadi teroris siapa? Semua menunjuk pada Islam. Jadi Islam itu jelek.

Aku mengatakan kesimpulan itu perlu diuji, kita lihat negara-negara lain, Philiphina, Meksiko, Itali, Irlandia, negara-negara yang mayoritas kristiani itu tak kalah amburadulnya. Aku juga mencontohkan negara-negara penjajah seperti terbentuknya negara Amerika dan Australia, sampai terbentuknya negara Yahudi Israel itu, mereka dari dulu tidak punya wilayah, lalu merampok negara Palestina.

Jadi tidak terbukti kalau Islam itu symbol keburukan. Aku jadi tertarik mempelajari masalah ini. Solusinya, aku minta ijin kepada pastur untuk mempelajari Islam dari sumbernya sendiri, yaitu al-Qur'an dan Hadits. Usulan itu diterima, tapi dengan catatan, aku harus mencari kelemahan Islam.

Ketika pertama kali memegang kitab suci al-Qur'an, aku bingung. Kitab ini, mana yang depan, mana yang belakang, mana atas mana bawah. Kemudian aku amati bentuk hurufnya, aku semakin bingung. Bentuknya panjang-panjang, bulat-bulat, akhirnya aku ambil jalan pintas, aku harus mempelajari dari terjemah.

Ketika aku pelajari dari terjemahan, karena aku tak mengerti bahwa membaca al-Quran dimulai dari kiri, aku justru terbalik dengan membukanya dari kanan. Yang pertama kali aku pandang, adalah surat Al Ihlas.

Aku membacanya, bagus surat al-Ikhlas ini, pujiku. Suara hatiku membenarkan bahwa Allah itu Ahad, Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia. "Ini 'kok bagus, dan bisa diterima!" pujiku lagi.

Pagi harinya, saat kuliah Teologia, dosen saya mengatakan, bahwa Tuhan itu satu tapi pribadinya tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Tiga Tuhan dalam satu, satu Tuhan dalam tiga, ini yang dinamakan trinitas, atau tritunggal. Malamnya, ada yang mendorong diriku untuk mengaji lagi surat al-Ihklas. "Allahhu ahad, ini yang benar," putusku pada akhirnya.

Maka hari berikutnya terjadi dialog antara saya dan dosen-dosen saya. Aku katakana, "Pastur (Pastur), saya belum paham hakekat Tuhan."

"Yang mana yang Anda belum paham?" tanya Pastur. Dia maju ke papan tulis sambil menggambar segitiga sama sisi, AB=BC=CA. Aku dijelaskan, segitiganya satu, sisinya tiga, berarti tuhan itu satu tapi pribadinya tiga. Tuhan Bapak sama kuasanya dengana Tuhan Putra sama dengan kuasanya Tuhan Roh Kudus. Demikian Pastur menjelaskan.

"Kalau demikian, suatu saat nanti kalau dunia ini sudah moderen, iptek semakin canggih, Tuhan kalau hanya punya tiga pribadi, tidak akan mampu untuk mengelola dunia ini. Harus ada penambahnya menjadi empat pribadi," tanyaku lebih mendalam.

Dosen menjawab, "Tidak bisa!"
Aku jawab bisa saja, kemudian aku maju ke papan tulis. Saya gambar bujur sangkar. Kalau dosen saya mengatakan Tuhan itu tiga dengan gambar segitiga sama sisi, sekarang saya gambar bujur sangkar. Dengan demikian, bisa saja saya simpulkan kalau tuhan itu pribadinya empat. Pastur bilang, tidak boleh. Mengapa tidak boleh? Tanya saya semakin tak mengerti.

"Ini dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja!" tegas Pastur. Aku katakan, kalau aku belum paham dengan dogma itu bagaimana?
"Ya terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!" tegas Pastur mengakhiri.

Walau pun dijawab demikian, malam hari ada kekuatan yang mendorong saya untuk kembali mempelajari surat al-Ikhlas. Ini terus berkelanjutan, sampai akhirnya aku bertanya kepada Pastur, "Siapa yang membuat mimbar, membuat kursi, meja?" Dia tidak mau jawab.

"Coba Anda jawab!" Pastur balik bertanya. Dia mulai curiga. Aku jawab, itu semua yang buat tukang kayu.

"Lalu kenapa?" tanya Pastur lagi.
"Menurut saya, semua barang itu walaupun dibuat setahun lalu, sampai seratus tahun kemudian tetap kayu, tetap meja, tetap kursi. Tidak ada satu pun yang membuat mereka berubah jadi tukang kayu," saya mencoba menjelaskan.

"Apa maksud Anda?" Tanya Pastur penasaran.
Aku kemudian memaparkan, bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan seluas isinya termasuk manusia. Dan manusia yang diciptakan seratus tahun lalu sampai seratus tahun kemudian, sampai kiamat tetap saja manusia, manusia tidak mampu mengubah dirinya menjadi Tuhan, dan Tuhan tidak boleh dipersamakan dengan manusia.

Malamnya, kembali kukaji surat al-Ikhlas. Hari berikutnya, aku bertanya kepada Pastur, "Siapa yang melantik RW?" Saya ditertawakan. Mereka pikir, ini 'kok ada suster yang tidak tahu siapa yang melantik RW?.

"Sebetulnya saya tahu," ucapku.
"Kalau Anda tahu, mengapa Anda Tanya? Coba jelaskan!" tantang mereka.
"Menurut saya, yang melantik RW itu pasti eselon di atasnya, lurah atau kepala desa. Kalau sampai ada RW dilantik RT jelas pelantikan itu tidak syah."
"Apa maksud Anda?" Mereka semakin tak mengerti.

Saya mencoba menguraikan, "Menurut pendapat saya, Tuhan itu menciptakan alam semesta dan seluruh isinya termasuk manusia. Manusia itu hakekatnya sebagai hamba Tuhan. Maka kalau ada manusia melantik sesama manusia untuk menjadi Tuhan, jelas pelantikan itu tidak syah."

Malam berikutnya, saya kembali mengkaji surat al-Ikhlas. Kembali terjadi dialog-dialog, sampai akhirnya saya bertanya mengenai sejarah gereja.

Menurut semua literratur yang saya pelajari, dan kuliah yang saya terima, Yesus untuk pertama kali disebut dengan sebutan Tuhan, dia dilantik menjadi Tuhan pada tahun 325 Masehi. Jadi, sebelum itu ia belum menjadi Tuhan, dan yang melantiknya sebagai Tuhan adalah Kaisar Constantien kaisar romawi.

Pelantikannya terjadi dalam sebuah conseni (konferensi atau muktamar) di kota Nizea. Untuk pertama kali Yesus berpredikat sebagai Tuhan. Maka silahkan umat kristen di seluruh dunia ini, silahkan mencari cukup satu ayat saja dalam injil, baik Matius, Markus, Lukas, Yohanes, mana ada satu kalimat Yesus yang mengatakan 'Aku Tuhanmu'? Tidak pernah ada.

Mereka kaget sekali dan mengaggap saya sebagai biarawati yang kritis. Dan sampai pada pertemua berikutnya, dalam al-Quran yang saya pelajari, ternyata saya tidak mampu menemukan kelemahan al-Qur'an. Bahkan, saya yakin tidak ada manusia yang mampu.

Kebiasaan mengkaji al-Qur'an tetap saya teruskan, sampai saya berkesimpulan bahwa agama yang hak itu cuma satu, Islam. Subhanaallah.

Saya mengambil keputusan besar, keluar dari biara. Itu melalui proses berbagai pertimbangan dan perenungan yang dalam, termasuk melalui surat dan ayat. Bahkan, saya sendiri mengenal sosok Maryam yang sesungguhnya dari al-Qur'an surat Maryam. Padahal, dalam doktrin Katholik, Maryam menjadi tempat yang sangat istimewa. Nyaris tidak ada doa tanpa melalui perantaranya. Anehnya, tidak ada Injil Maryam.

Jadi saya keluar dengan keyakinan bahwa Islam agama Allah. Tapi masih panjang, tidak hari itu saya bersyahadat. Enam tahun kemudian aku baru mengucapkan dua kalimah syahadat.

Selama enam tahun, saya bergelut untuk mencari. Saya diterpa dengan berbagai macam persoalan, baik yang sedih, senang, suka dan duka. Sedih, karena saya harus meninggalkan keluarga saya. Reaksi dari orang tua tentu bingung bercampur sedih.

Sekeluarnya dari biara, aku melanjutkan kuliah ke Universitas Atmajaya. Kemudian aku menikah dengan orang Katholik. Harapanku dengan menikah adalah, aku tidak lagi terusik oleh pencarian agama. Aku berpikir, kalau sudah menikah, ya selesai!

Ternyata diskusi itu tetap berjalan, apalagi suamiku adalah aktifis mahasiswa. Begitu pun dengan diriku, kami kerap kali berdiskusi. Setiap kali kami diskusi, selalu berakhir dengan pertengkaran, karena kalau aku mulai bicara tentang Islam, dia menyudutkan. Padahal, aku tidak suka sesuatu dihujat tanpa alasan. Ketika dia menyudutkan, aku akan membelanya, maka jurang pemisah itu semakin membesar, sampai pada klimaksnya.

Aku berkesimpulan kehidupan rumah tangga seperti ini, tidak bisa berlanjut, dan tidak mungkin bertahan lama. Aku mulai belajar melalui ustadz. Aku mulai mencari ustadz, karena sebelumnya aku hanya belajar Islam dari buku semua. Alhamdulillah Allah mempertemuka saya dengan ustadz yang bagus, diantaranya adalah Kyai Haji Misbah (alm.). Beliau ketua MUI Jawa Timur periode yang lalu.

Aku beberapa kali berkonsultasi dan mengemukakan niat untuk masuk Islam. Tiga kali ia menjawab dengan jawaban yang sama, "Masuk Islam itu gampang, tapi apakah Anda sudah siap dengan konsekwensinya?"

"Siap!" jawabku.
"Apakah Anda tahu konsekwensinya?" tanya beliau.
"Pernikahan saya!" tegasku. Aku menyadari keinginanku masuk Islam semakin kuat.
"Kenapa dengan dengan perkawinan Anda, mana yang Anda pilih?" Tanya beliau lagi.
"Islam" jawabku tegas.

Akhirnya rahmat Allah datang kepadaku. Aku kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan beliau. Waktu itu tahun 1983, usiaku 26 tahun. Setelah resmi memeluk Islam, aku mengurus perceraianku, karena suamiku tetap pada agamanya. Pernikahanku telah berlangsung selama lima tahun, dan telah dikaruniai tiga orang anak, satu perempuan dan dua laki-laki. Alhamdulillah, saat mereka telah menjadi muslim dan muslimah.

Setelah aku mengucapkan syahadat, aku tahu persis posisiku sebagai seorang muslimah harus bagaimana. Satu hari sebelum ramadhan tahun dimana aku berikrar, aku langsung melaksanakan shalat.

Pada saat itulah, salah seorang kakak mencari saya. Rumah cukup besar. Banyak kamar terdapat didalamnya. Kakakku berteriak mencariku. Ia kemudian membuka kamarku. Ia terkejut, 'kok ada perempuan shalat? Ia piker ada orang lain yang sedang shalat. Akhirnya ia menutup pintu.

Hari berikutnya, kakakku yang lain kembali mencariku. Ia menyaksikan bahwa yang sedang shalat itu aku. Selesai shalat, aku tidak mau lagi menyembunyikan agama baruku yang selama ini kututupi. Kakakku terkejut luar biasa. Ia tidak menyangka adiknya sendiri yang sedang shalat. Ia tidak bisa bicara, hanya wajahnya seketika merah dan pucat. Sejak saat itulah terjadi keretakan diantara kami.

Agama baruku yang kupilih tak dapat diterima. Akhirnya aku meninggalkan rumah. Aku mengontrak sebuah rumah sederhana di Kota Surabaya. Sebagai anak perempuan satu-satunya, tentu ibuku tak mau kehilangan. Beliau tetap datang menjenguk sesekali. Enam tahun kemudian ibu meninggal dunia. Setelah ibu saya meninggal, tidak ada kontak lagi dengan ayah atau anggota keluarga yang lain sampai sekarang.

Aku bukannya tak mau berdakwah kepada keluargaku, khususnya ibuku. Walaupun ibu tidak senang, ketegangan-ketegangan akhirnya terjadi terus. Islam, baginya identik dengan hal-hal negatif yang saya contohkan di atas. Pendapat ibu sudah terpola, apalagi usia ibu sudah lanjut.

Tahun 1992 aku menunaikan rukun Islam yang kelima. Alhamdulillah aku diberikan rejeki sehingga bisa menunaikan ibadah haji. Selama masuk Islam sampai pergi haji, aku selalu menggerutu kepada Allah, "kalau Engkau, ya Allah, menakdirkanku menjadi seorang yang mukminah, mengapa Engkau tidak menakdirkan saya menjadi anak orang Islam, punya bapak Islam, dan ibu orang Islam, sama seperti saudara-saudaraku muslim yang kebanyakan itu. Dengan begitu, saya tidak perlu banyak penderitan. Mengapa jalan hidup saya harus berliku-liku seperti ini?" ungkapku sedikit kesal.

Di Masjidil-Haram, aku bersungkur mohon ampun, dilanjutkan dengan sujud syukur. Alhamdulillah aku mendapat petunjuk dengan perjalan hidupku seperti ini. Aku merasakan nikmat iman dan nikmat Islam. Padahal, orang Islam yang sudah Islam tujuh turunan belum tentu mengerti nikmat iman dan Islam.

Islam adalah agama hidayah, agama hak. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia itu oleh Allah diberi akal, budi, diberi emosi, rasio. Agama Islam adalh agama untuk orang yang berakal, semakin dalam daya analisis kita, insya Allah, Allah akan memberi. Firman Allah, "Apakah sama orang yang tahu dan tidak tahu?"

Sepulang haji, hatiku semakin terbuka dengan Islam, atas kehendak-Nya pula aku kemudian diberi kemudahan dalam belajar agama tauhid ini. Alhamdulillah tidak banyak kesulitan bagiku untuk belajar membaca kitab-kitab.

Allah memberi kekuatan kepadaku untuk bicara dan berdakwah. Aku begitu lancar dan banyak diundang untuk berceramah. Tak hanya di Surabaya, aku kerap kali iundang berdakwah di Jakarta. Begitu banyak yang Allah karuniakan kepadaku, termasuk jodoh, melalui pertemuan yang Islami, aku dilamar seorang ulama. Beliau adalah Masruchin Yusufi, duda lima anak yang isterinya telah meninggal dunia. Kini kami berdua sama-sama aktif berdakwah sampai ke pelosok desa. Terjun di bidang dakwah tantangannya luar biasa. Alhamdulillah, dalam diri ini terus menekankan bahwa hidupku, matiku hanya karena Allah. [Majalah Hidayah]

Friday, September 21, 2007

Malam Lailatul Qadar 1428 jatuh pada Oktober 7, 2007?

Alhamdulillah , pertamanya marilah bersama-sama kita mengucapkan kesyukuran kehadrat Allah subhanahu wataala kerana kurniaan nikmatNya yang tidak terhingga kepada kita , alhamdulillah.

Kesyukuran kita kehadrat Allah s.w.t juga kerana diberikan kita kesempatan untuk meneruskan penghidupan didunia yang sementara ini sebelum kita dikembalikan bertemu denganNya di akhiratnya nanti .Dan bersama samalah juga kita menghayati penghidupan ini sebaik mungkin dengan kita mengabdikan diri sebanyak dan sebaik-baiknya kepadaNya sebagai bekalan hidup kita di akhirat yang kekal abadi itu, dan dimasukkan kita kedalam syurgaNya kekal selama-lamanya,insyaAllah.


Lagu Agama ala Hip-Hop Terbaik....Alhamdulillah (Version 1)


Who says Islamic Songs is boring?...Watch Video and listen to LIVE performance ofAlhamdulillah(Version 2) - Yassin & Too Phat.



The BEST OF RABBANI With "INTIFADA" Version 1 (original)

MAWI - INTIFADA

Malam Lailatul Qadar pada malam 25hb Ramadhan 1428? (Oktober 7, 2007)

Awal Ramadhan jatuh pada hari Kamis, 13 September 2007. Mungkinkah Malam Lailatul Qadar Tahun 2007 ini jatuhnya pada malam ke 25 Ramadhan seperti mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a.(ia itu dimalam 7/10/2007)

Mereka yang bertemu Lailatul-Qadar akan terus dingin badannya kerana dihampiri dan disalami oleh para malaikat, hendaklah segera membaca: "Allahummainnaka 'afuwwun karim tuhibbul 'afwa fa'fu anni waghfirli".



Rujukan:-

Mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a., Abu al-Hassan menyatakan sejak baligh dia tidak pernah luput dapat menemui malam Lailatul-Qadar itu berdasarkan hari awal Ramadhan seperti berikut :-

a)Hari Ahad dan Rabu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 29 Ramadhan.
b)Hari Isnin maka Lailatul- Qadar pada malam ke 21 Ramadhan.
c)Hari Selasa dan Jumaat maka Lailatul- Qadar pada malam ke 27 Ramadhan.
d)Hari Khamis maka Lailatul- Qadar pada malam ke 25 Ramadhan.
e)Hari Sabtu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 23 Ramadhan.

Keistimewaan Lailatul Qadar:-

Diserikan lagi penurunan wahyu al-Quran untuk pertama kalinya kepada Rasulullah sewaktu baginda berada di Gua Hira. Selepas itu al-Quran mula diturunkan secara berperingkat-peringkat dan beransur-ansur selama lebih kurang 23 tahun iaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun lagi di Madinah al-Munawwarah. Peristiwa bersejarah penurunan al-Quran diabadikan Allah dalam helaian al-Quran.

Malam yang penuh bersejarah itu dinilai sebagai malam yang lebih baik dan lebih banyak ganjarannya daripada seribu bulan .

Ulama bersepakat bahawa Lailatul Qadar berlaku pada Ramadan. Begitu juga mereka bersepakat malam itu berlaku pada 10 malam terakhir Ramadan. Ada juga riwayat lain yang mengatakan malam mulia itu berlaku pada malam-malam ganjil 10 hari terakhir.

Walau apapun harinya, yang pentingnya pada malam itu Allah menurunkan rahmat, limpahan kurnia dan keampunan-Nya kepada hamba-Nya yang melaksanakan ibadat puasa dengan penuh keimanan.

Kelebihan Lailatul Qadar tentu tidak akan dianugerahkan kepada sebarangan orang dan tidak pula diberikan kepada orang yang ibadahnya hanya pada malam tertentu saja dalam Ramadan.

Akan tetapi fadilat malam mulia itu akan menyinari orang yang benar-benar ikhlas, khusyuk dan istiqamah dalam mempertahankan nilai keIslaman dalam setiap tutur kata, peri laku, akhlak, ibadat dan kegiatan sehariannya.

Hadirnya malam penuh berkat itu akan dinantikan dan disambut dengan penuh keyakinan dan keimanannya, sekali gus melayakkan dirinya termasuk dalam kelompok orang yang dilimpahi kenikmatan syurga dan kebahagiaan abadi.

Menurut sejarah Islam, Lailatul Qadar pertama kali menemui Rasulullah (SAW) ketika baginda sedang khusyuk menyendiri di Gua Hira, bermuhasabah dan merenung diri sendiri dan masyarakat sekeliling. Tidak berapa lama kemudiannya, datang al-Ruh al-Amin iaitu malaikat Jibril membawa bersama wahyu Ilahi untuk membimbing baginda sehingga berlakulah perubahan secara menyeluruh dalam setiap detik dan perjalanan hidupnya.

Ia juga membawa perubahan kepada detik dan perjalanan hidup umat manusia sejagat.

Selanjutnya, Lailatul Qadar adalah satu kurniaan Ilahi yang dianugerahkan oleh Allah kepada Rasulullah (SAW) dan umatnya sebagai tanda kasih sayang-Nya dan rahmat-Nya yang menyeluruh.

Justeru, amal kebajikan seseorang hamba Allah pada malam itu adalah lebih baik daripada amal kebajikan yang dilakukan selama seribu bulan.

Rasulullah (SAW) amat menganjurkan umatnya agar mencari dan seterusnya mendapatkan Lailatul Qadar yang penuh keberkatan.

Rasulullah (SAW) juga tidak mendekati isteri-isterinya dengan tujuan memperbanyakkan amal ibadat dalam masjid seperti solat Tahajud, solat Witir, solat Tarawih, berzikir kepada Allah serta membaca dan tadarus al-Quran.

Baginda juga sentiasa memanjatkan doa ke hadrat Ilahi. Antara doa yang sering baginda baca ialah doa bermaksud:

"Wahai Tuhan kami! Anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan juga kebajikan di akhirat serta peliharakanlah kami daripada seksaan api neraka yang pedih."

Doa yang dilafazkan itu bukan sekadar satu permohonan untuk memperoleh kebajikan dunia dan kebajikan akhirat saja, malah untuk memantapkan lagi langkah dan kesungguhan agar dapat meraih kebajikan yang dijanjikan Allah. Ini kerana doa itu sendiri membawa maksud satu permohonan yang penuh tulus dan pengharapan, di samping disusuli dengan usaha melipatgandakan amal ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, setiap Muslim dianjurkan agar bertaubat dan memohon ampun kepada Allah daripada sebarang kesalahan dan dosa.

Tambahan pula, setiap manusia pada dasarnya tidak akan terlepas daripada kealpaan dan seterusnya melakukan kesalahan yang dilarang Allah.

Blog Baru -

Mencari Malam Lailatul Qadar

10 Malam Terakhir Ramadan

Syukran…Syukran…Syukran

Rahsia mencari Malam Lailatul Qadar


New Blog:- in English.

28th Ramadan- Malaysia send astronaut to space

Secrets of Surah Al-Qadr Revealed

The Night Of Decree

Secrets of Surah Al-Qadr Revealed

TAFSIR OF SURAH AL-QADR (THE NIGHT OF DECREE)

In the name of Allah, the Most Gracious Most Merciful.
1. Verily, We have sent it down in the Night of Al-Qadr
2. And What will make you know what the Night of Al-Qadr is?
3. The Night of Al-Qadr is better than a thousand months.
4. Therein descend the angels and the Ruh by their Lord's permission with every matter.
5. There is peace until the appearance of dawn. [Surah Al Qadr]

The Virtues of the Night of Al-Qadr (the Decree)

Allah informs that He sent the Quran down during the Night of Al-Qadr, and it is a blessed night about which Allah says, We sent it down on a blessed night. Then Allah magnified the status of the Night of Al-Qadr, which He chose for the revelation of the Mighty Quran, by His saying, And What will make you know what the Night of Al-Qadr is? The Night of Al-Qadr is better than a thousand months.

Abu Hurayrah said, "When Ramadan would come, the Messenger of Allah SAW would say, "Verily the month of Ramadan has come to you all. It is a blessed month, which Allah has obligated you all to fast. During it the gates of Paradise are opened, the gates of Hell are closed and the devils are shackled. In it there is a night that is better than one thousand months. Whoever is deprived of its good, then he has truly been deprived"

The Messenger of Allah SAW said, "Whoever stands (in prayer) during the Nigh of Al-Qadr with faith and expecting reward (from Allah), he will be forgiven for his previous sins."

Specifying the Night of Decree and its Signs

The Messenger of Allah SAW said, "The Night of Al-Qadr occurs during the last ten (nights). Whoever stands for them (in prayer) seeking their reward, then indeed Allah will forgive his previous sins and his latter sins. It is an odd night: the ninth or the seventh, or the fifth, or the third or the last night (of Ramadan)."

The Messenger of Allah SAW also said, "Verily, the sign of the Night of Al-Qadr is that it is pure and glowing as if there were a bright, tranquil, calm moon during it. It is not cold, nor is it hot, and no shooting star is permitted until morning. Its sign is that the sun appears on the morning following it smooth having no rays on it, just like the moon on a full moon night. Satan is not allowed to come out with it (the sun) on that day."

'Ubadah bin As-Samit asked the Messenger of Allah about the Night of Decree and he replied, "Seek it in Ramadan in the last ten nights. For verily, it is during the odd nights, the twenty-first, or the twenty-third, or the twenty-fifth, or the twenty-seventh, or the twenty-ninth, or during the last night."

From Abu Hurayrah that the Messenger of Allah SAW said about the Night of Al-Qadr, "Verily, it is during the twenty-seventh or the twenty-ninth night. And verily, the angels who are on the earth during that night are more numerous than the number of pebbles."

Aishah (May Allah be pleased with her) reported: The Messenger of Allah SAW used to strive more in worship during Ramadan than he strove in any other time of the year; and he would devote himself more (in the worship of Allah) in the last ten nights of Ramadan than he strove in earlier part of the month. [Muslim].

Supplication during the Night of Decree

It is recommended to supplicate often during all times, especially during the month of Ramadan, in the last ten nights, and during the odd nights of it even more so. It is recommended that one say the following supplication a lot:

Aishah (May Allah be pleased with her) reported: I asked: "O Messenger of Allah! If I realize Lailat-ul-Qadr (Night of Decree), what should I supplicate in it?''

SAW replied, "You should supplicate: Allahumma innaka `afuwwun, tuhibbul-`afwa, fa`fu `anni (O Allah, You are Most Forgiving, and You love forgiveness; so forgive me).''[At-Tirmidhi].

Commentary: Although no specific sign of Lailat-ul-Qadr has been mentioned in the Ahadith, some eminent scholars have stated, on the basis of their own experiences and observation, that since angels descend on this night, one feels a peculiar tranquillity and peace of mind and one is overwhelmed with a unique tenderness of heart. The night is neither very hot nor very cold but a temperate one.

Similarly, the sun that rises on the next day is also not very hot etc. etc. Allah knows the truth of the matter despite all that has been said in this regard. In any case, on this auspicious night every Muslim should earnestly pray to Allah for the forgiveness of his sins with reference to His Attribute of Forgiveness.

The most correct saying is that it occurs in the odd nights of the last ten nights of Ramadhan and this is shown by the hadeeth of 'Aa'ishah, RA, who said: "Allaah Messenger SAW used to practice I'tikaaf in the last ten nights and say: 'Seek out Lailatul-Qadr in the (odd nights) of the last ten days of Ramadhan." (Bukhari, Muslim )

However if the servant is too weak or unable, then he should at least not let the last seven days pass him by, due to what is reported from 'Ibn 'Umar, who said: Allaah's Messenger SAW said: "Seek it in the last ten, and if one of you is too weak or unable then let him not allow that to make him miss the final seven." (Bukhari, Muslim)

This explains his, SAW saying: "I see that your dreams are in agreement (that it is in the last seven) so he who wishes to seek it out then let him seek it in the last seven." (Bukhari)

Let us seek abundance rewards from our Creator by performing extra actions in these last few days of the noble month of Ramadhan as it could be our last.

Part 2

Allah, Most Gracious, Most Merciful says:

"Verily, We have sent it (this Qur'an) down in the Night of Al-Qadr (Decree). And what will make you know what the Night of Al-Qadr (Decree) is? The Night of Al-Qadr (Decree) is better than a thousand months (i.e., worshipping Allah in that night is better than worshipping Him a thousand months, i.e., 83 years and 4 months). Therein descend the angels and the Ruh [Jibril (Gabriel)] by Allah's Permission with all Decrees. (All that night), there is peace (and goodness from Allah to His believing slaves) until the appearance of dawn.'' (97:1-5)

"We sent it (this Qur'an) down on a blessed night [(i.e., the Night of Al-Qadr, Surah No:97) in the month of Ramadan, the 9th month of the Islamic calendar]. Verily, We are ever warning [mankind that Our Torment will reach those who disbelieve in Our Oneness of Lordship and in Our Oneness of worship]. Therein (that night) is decreed every matter of ordainments (i.e., the matters of deaths, births, provisions, and calamities for the whole (coming) year as decreed by Allah). As a Command (or this Qur'an or the Decree of every matter) from Us. Verily, We are ever sending (the Messengers). (As) a Mercy from your Rubb, Verily! He is the All-Hearer, the All-Knower.'' (44:3-6)

Many scholars have tried to translate the Qur’anic term Lailatul Qadr. They called it the Night of Power, the Night of Decrees, the Night of Majesty, the Night of Destiny, the Night of Almightiness and the Grand Night.

Laylut Al Qadr, is embraced not only for its mathematical power but also for its divine revelation. It commemorates the night during which Allah, subhana wa talla, revealed a full surah, Soorat Al- Qadr [97:1-5] and the 3 rd to the 6 th verses of Soorat Al-Dukhan, salla Allahu Alahi wa sallam....

The word power, Al-Qadr , has several implications and meanings, which help deliver a better understanding of the word, hence the night. Qadr means having power over something just as the Creator has power over his creation.

It also means excellence and high esteem because this Night is highly esteemed. Qadr also means to maintain, appoint, assign, or decree an order. On this night, Allah, subhana wa talla informs the angels of His commands and orders for the universe.

The concept of Al Qada Wa Qadar, the fifth article of faith, relates to this topic and means that Allah has decreed or preordained all that a human being will do with his free will.

Qadr also implies measurement in that, all the events in the world will coincide with what Allah has decreed in exact measurement. Allah, subhana wa talla, says in his Holy Book: "Verily, all things have We created in proportion and measure." (Al-Qur`an, 54:49)

This is also the night of honor and prestige which a faithful servant is rewarded with. All his or her good deeds will be multiplied through the mercy of Allah.

Yet the night remains concealed from us, in good wisdom, for the following reasons: Allah conceals many things not just Laylut Al Qadr. He conceals his pleasure from us when we perform good deeds so that we continue to strive in the way of Allah. He conceals His wrath from us when we commit sins so that we may try to abstain from them. He conceals the time of His acceptance of our supplication so that we strive in all our supplications and the time of death is also hidden so that we become more conscious of him and double our efforts all the time.

Allah, subhana wa tallah, has concealed the date of the Night of Power so that believers continue to strive relentlessly throughout the month, seeking the pleasure of thier Lord.

Although we can not determine the exact date, there is evidence that the night falls on the last ten days of Ramadan, specifically on the odd numbered nights. As reported by Bukhari, the Messenger of Allah, sala Allahu alahi wa sallam said: "Seek it on the odd nights of the last ten days of Ramadan."

The true meaning of Al-Qadar?

"Confessing the Shahadah - "There is no god but God, and Muhammad is the Prophet of God" - and believing in the accountability of all humans before God are the cement which holds Islam together.

To believe in the Day of Resurrection is "the most important article of faith in Islam. It is in fact, the basis upon which Islam builds its whole philosophy of Life... The advent of resurrection or Qiyamah is more frequently mentioned in the Noble Quran than any other happening."

The Qur'an speaks more of the coming Qiyamah - also known as the Resurrection, the Day of Judgment, Day of Gathering, and the Great Announcement - than of any other topic.


Prophet Muhammad (s.a.w.), among other things, came to warn us of a time when truth would be known, when the thoughts and intentions of the heart would be revealed. He earnestly proclaimed as inevitable a day when accounts would be settled and when scales would be balanced. All the events in the world have begun to coincide with what Allah decreed in exact measurement. Only those misled by Iblis will reject His Sure Signs and Great Announcement.

The Arabic word for destiny, is qadar.

Thus Al Qadr is the divine decree that will determine the final destiny of all humans. This Night of Honor and Prestige rewards any faithful servant who heeds His Call with life eternal in heaven. All your good deeds will be multiplied through the mercy of Allah. Eternal life in heaven will be your just reward during this most blessed Blossom Time. That is why the Night of Al Qadr is better than an entire lifetime (a thousand months) spent in prayer, fasting and remembrance.

Thursday, September 20, 2007

Rahsia mencari Malam Lailatul Qadar


"Alhamdulillah telah memperolehi sebanyak 7 kali setakat ini..Langit malam itu cerah dan bila pandang ke langit tertulis ayat Al-Quran Surah Al-Qdr.Hebat sungguh pengalaman tersebut."

Apabila berakhirnya bulan Ramadhan, menangislah wali-wali Allah, menagislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan segala malaikat kerana berlalu pergi bulan itu. Berlalulah segala kelebihannya:

-Bulan yang dilipatgandakan pahala dan ganjaran.
-Bulan yang mudah Allah ampunkan taubat hamba-hambaNya.
-Bulan yang banyak sekali diturunkan rahmat ke semesta alam dan bulan yang terdapat padanya MALAM LAILATUL-QADAR!

"Carilah dengan segala upayamu malam Lailatul - Qadar pada malam-malam yang ganjil daripada 10 akhir dalam Ramadan" - Hadis riwayat Iman Bukhari r.a

Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. "Sesiapa menghidupkan (Beribadat sepanjang malam) malam Lailatul-Qadar dan mendirikan sembahyang dua rakaat, kemudian memohon keampunan daripada Tuhannya, maka diampunkan dia oleh Allah Taala dan di masukkan kedalam rahmatNya, kemudian disapukan dia oleh Jibril a.s. dengan dua sayapnya. Barangsiapa disapu oleh Jibril dengan sayapnya maka didalam syurgalah tempatnya.....".

Dalam riwayat lain,

"Sesiapa mendirikan sembahyang empat rakaat dengan membaca surah al-Fatihah, al-Kauthar dan al-Ikhlas tiga kali, dimudahkan menghadapi sakratul maut, dikecualikan daripada azab kubur dan dikurniakan empat tiang daripada nur tiap-tiap satunya terdiri 1000 mahligai".

Lantas dirikanlah:-

1. Sembahyang sunat 2 rakaat, setiap kalinya dibaca surah Fatihah 1x dan surah al-Ikhlas 7x.

2. Diikuti bacaan istigfar (Astaghfirullahal azim wa atubuilaihi), zikrullah (La ilaha illallah, Allahuakbar), bertasbih (Subhanallah wal hamdulillah walailaha illallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'azim), selawat (Allahummasholli'ala saidina Muhammad).

3. Sembahyang sunat tahajjud.

4. Sembahyang sunat tasbih.

5. Mereka yang bertemu Lailatul-Qadar akan terus dingin badannya kerana dihampiri dan disalami oleh para malaikat, hendaklah segera membaca: "Allahummainnaka 'afuwwun karim tuhibbul 'afwa fa'fu anni waghfirli".

Membaca surah al-Qadar 7x selepas sembahyang Isyak akan menjauhkan kita dari malapetaka. Tidak menjadi alasan wanita yang haid, walaupun uzur hendaklah memperbanyakkan:-

1 Doa.
2 Beristighfar.
3 Bertasbih.
4 Bertahmid.
5 Bertakbir
6 Bersedekah
7 Menjaga maruah dan akhlak
8 Sentiasa berada dalam keredaan suami (bagi yang berkahwin).
9 Sentiasa berada dalam keredaan ibu bapa (bagi yang tidak berkahwin).

Iman Syafie r. a. menyatakan Lailatul - Qadar pada malam 21 Ramadan dan lain-lain ulama menyatakan pada malam 23, 25 dan 29 Ramadhan.

Mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a., Abu al-Hassan menyatakan sejak baligh dia tidak pernah luput dapat menemui malam Lailatul-Qadar itu berdasarkan hari awal Ramadhan seperti berikut :-

25th Ramadhan 1428 (Oktober 7, 2007)

Awal Ramadhan jatuh hari Kamis, 13 September 2007. Mungkinkah Malam Lailatul Qadar Tahun 2007 ini jatuhnya pada malam ke 25 Ramadhan seperti mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a.(ia itu dimalam 7/10/2007)

Rujukan:-

Mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a., Abu al-Hassan menyatakan sejak baligh dia tidak pernah luput dapat menemui malam Lailatul-Qadar itu berdasarkan hari awal Ramadhan seperti berikut :-

a)Hari Ahad dan Rabu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 29 Ramadhan.
b)Hari Isnin maka Lailatul- Qadar pada malam ke 21 Ramadhan.
c)Hari Selasa dan Jumaat maka Lailatul- Qadar pada malam ke 27 Ramadhan.
d)Hari Khamis maka Lailatul- Qadar pada malam ke 25 Ramadhan.
e)Hari Sabtu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 23 Ramadhan.

Kebesaran Lailatul Qadar adalah berdasarkan dua perkara:-

Pertama kerana pada malam itu diturunkan al-Quran.

Kedua, pada malam itu akan turun malaikat dalam suatu angkatan yang besar, penuh gilang gemilang untuk memberi taufik dan hidayah kepada orang berpuasa dengan ikhlas.

Disebut sebagai Lailatul Qadar kerana pada malam itu akan turun malaikat untuk mengucapkan salam sejahtera kepada seisi penduduk bumi. Ia juga dikenali dengan nama Lailatul Syaraf bermaksud malam kemuliaan dan Lailatul Tajalli yang bermakna malam Allah melimpahkan cahaya dan hidayah-Nya kepada orang yang berpuasa dan beribadat pada sebelah malamnya.

Mengapa kita harus mencari Lailatul-Qadar?

Jawapan Pertama:- ialah kerana malam itu satu-satunya malam yang penuh keberkatan dan amal ibadat ketika itu mempunyai nilai pahala yang lebih baik daripada 1000 bulan (Kira-kira 83 tahun 3 bulan).

Pada malam tersebut dengan izin Allah, para malaikat dan Jibril dari Sidratul Muntaha akan turun kebumi untuk bertemu dengan orang yang beriktikaf, bersembahyang, bertasbih, bertahmid dan bertakbir memohan kebaikan daripada Allah Taala. Para malaikat akan mengaminkan doa mereka itu.

Merupakan detik-detik keemasan yang menjanjikan sinar kegemilangan individu muslim untuk merebut syurga Allah dalam kehidupan kekal abadi iaitu di akhirat.

Sinaran matahari esoknya tunduk akur menahan sinaran cahaya malaikat yang sedang bergegas menuju kelangit setelah berhimpun dipelosok bumi pada malam Lailatul-Qadar.

"Pada malam itu, turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikutnya)'-(Surah al-Qadar).

Malam itu penuh dengan kesejahteraan hingga terbit fajar (Surah al-Qadar). Dalam hubungan ini Rasaulullah s.a.w bersabda : "Pada tiap- tiap malam Lailatul-Qadar itu, Allah menurunkan rahmat yang meliputi sekelian mukmin di atas muka bumi ini dari timur ke barat. Selebihnya diperintahkan Allah kepada Jibril agar diberikan kepada bayi yang lahir pada malam itu samada oleh ibu yang Islam atau Kafir". (Kitab Durrah al - Nasihin )

Jawapan Kedua Kedua Rujukan perbualan Nabi Musa a.s yang terkenal suka berdialog dengan Allah.

Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin mendekatiMu?"
Allah: "Apabila engkau menghidupkan malam Lailatul-Qadar!"

Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin RahmatMu?"
Allah: "Rahmat dan belas ikhsanKu kepada mereka yang menghidupkan malam Lailatul-Qadar!"

Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin melintasi Titian Siratul Mustaqim selaju kilat"
Allah: "Hanya jika engkau menghidupkan malam Lailatul-Qadar"

Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin duduk dibawah pohon syurgaMu dan menikmati buah-buahannya?"
Allah: "Dirikanlah ibadat pada malam Lailatul-Qadar!"

Nabi Musa a.s: "Ya Allah aku ingin selamat daripada api neraka?"
Allah: "Wahai Musa, carilah keberkatan pada malam Lailatul-Qadar!"

Jelas bahawa penyembunyian tarikh Lailatul Qadar akan menguatkan semangat dan kekuatan umat mukmin untuk terus berusaha mendapatkan ganjaran pada malam itu.

Wednesday, September 19, 2007

The Night of Decree - Laylat Al-Qadr Part 1


On the 27th night of Ramadan, 13 B.H (before Hijrah), Prophet Muhammad's soul was summoned to the highest universe and the whole Quran was revealed to him. Subsequently, the Quran was released to Muhammad's memory a few verses at a time, with the assistance of angel Gabriel, over a period of some 23 years.

Here are some related verses from the Quran:See Video Clip (with English translation)

"We have sent it down in a blessed night, for we are to warn. In it (the scripture), every matter of wisdom is clarified."

"Ramadan is the month during which the Quran was revealed, providing guidance for the people, clear teachings, and the statute book. Those of you who witness this month shall fast therein. Those who are ill or traveling may substitute the same number of other days. GOD wishes for you convenience, not hardship, that you may fulfill your obligations, and to glorify GOD for guiding you, and to express your appreciation."

"The Holy Spirit has brought it down from your Lord, truthfully, to assure those who believe, and to provide a beacon and good news for the submitters".

"We revealed it in the Night of Destiny. How awesome is the Night of Destiny! The Night of Destiny is better than a thousand months. The angels and the Spirit descend therein, by their Lord's leave, to carry out every command. Peaceful it is until the advent of the dawn."


About this night, God, the Glorious and Exalted said:

In the name of God, the Beneficent the Merciful
Indeed We sent it [the Holy Quran] down on the Night of Power.
What will convey to you what the Night of Power is like!
Better is the Night of Power than a thousand months
in that Night the angels and the Spirit descend
by the permission of their Lord for every affair.
Peace it is, till the break of dawn.
[Quran, Chapter 97]

The word 'Qadr' means decree; 'Qadar' It also means ‘majesty’ or ‘high esteem’. Thus, Laylat al-Qadr, or the Night of Qadr means ‘Night of Decree’ or ‘the Night of Majesty.’

And He says: “We have sent this (Qur'aan) down on a blessed night. Verily! We always warn (people from sinning). In it, every matter of ordainment is decreed by Our Command. Verily! We always send (the messengers for guidance). It is a Mercy from Your Lord; He is indeed All-Hearing, All-Knowing.” [Soorah ad-Dhukhan (44): 3-5]

The Prophet Muhammad (Allah bless him and give him peace) said, “Whoever prays on Laylat al-Qadr out of faith and sincerity, shall have all their past sins forgiven.” The Prophet (Allah bless him & give him peace) also said, “Seek it in the last ten days, on the odd nights.”

How to seek Laylat al-Qadr?

Laylat al-Qadr is the most blessed night. One who misses it has indeed missed a great amount of rewards. If a believing person is zealous to obey his Lord and increase in good deeds, he should strive to encounter this night and spend it in worship and obedience. If this is facilitated for him, all of his previous sins will be forgiven.

Qiyam: It is recommended to make a long Qiyam (standing) in prayer during the nights on which Laylat al-Qadr could fall. This is indicated in a number of Ahadeeth. The Messenger of Allah (sallallahu alaihi wa-sallam) said: “Whoever stands (in Qiyam) in Laylat al-Qadr (and it is facilitated to him) out of faith and expectation (of Allah's reward), will have all his previous sins forgiven.”

Supplication: It is also recommended to make extensive supplications on the night of Laylat al-Qadr. Aa'ishah (radhi allahu anha) reported that she asked the Prophet (sallallahu alaihi wa-sallam): "O Messenger of Allah r! If I knew the night of Laylat al-Qadr, what should I say during it?” And he (sallallahu alaihi wa-sallam) instructed her to say: “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anni” O Allah! You are forgiving, and you love forgiveness. So forgive me.”

It is further recommended to spend more time in worship during the night on which Laylat al-Qadr is likely to be. This calls for abandoning many worldly pleasures in order to secure the time and thoughts solely for Allah. Aa'ishah (radhi allahu anha) reported: “When the (last) ten days started, the Prophet of Allah would tighten his izar (i.e he stayed away from his wives in order to have more time for worship), spend the whole night awake (in prayer), and wake up his family.”

How to Observe Laylat Al-Qadr

See Video Clips on Laylat Al-Qadr Doa:-

Doa 1.

Doa 2.


Gain a basic understanding of what Laylat Al-Qadr is about.

1.Laylat Al-Qadar anniversary of the day that Muhammad received the first revelation from God with which to guide the people. Later, a complete revelation, which became the basis of the Qur'an, was also received by Muhammad on this date.

2.Learn that Shia Muslims also believe that Laylat Al-Qadr is the date on which God will reveal their fates for the coming year. They pray for salvation and reward throughout the night, a tradition known as "Ehyaa."

3.Prepare to observe the entire month of Ramadan with prayer, study of the Qur'an and acts of charity. However, these elements become of the utmost importance during Laylat Al-Qadr. Many spend day and night at the mosque in solemn prayer and meditation during the last 10 days of the month, a revival known as 'i'tikaf.'

4.Expect to fast during the daylight hours of the month of Ramadan leading up to the observance of Laylat Al-Qadr. However, light meals can be shared with family and friends in the evening during a gathering known as 'iftar.'

5.Spend time devoting to the study of the Qur'an and special prayers in addition to the five daily prayers while you observe Laylat Al-Qadr. If you elect to spend Laylat Al-Qadr at the mosque, food and supplies (when not fasting) are usually provided.

6.Ask God for salvation and blessings as you observe Laylat Al-Qadr. This "Night of Power" is considered the most appropriate time of the entire year to do so.

May Allah give us the success of following in the footsteps of the inheritors of the Prophet (Allah bless him & give him peace), outwardly and inwardly, and may He make us of those whom He loves.

This is one of the many reasons why one should strive to establish the night vigil prayer (tahajjud), daily.

And Allah alone gives success.

Walaikum assalam.



.

Tuesday, September 18, 2007

Devils are put in chains during Ramadhan

Praise be to Allah, we praise Him and seek His help and forgiveness. We seek refuge with Allah from the evil of our own selves and from our evil deeds. Whomsoever Allah guides cannot be misled, and whomsoever He leaves astray cannot be guided. I bear witness that there is no god except Allah alone, with no partner or associate, and I bear witness that Muhammad is His slave and Messenger.

Allah has blessed His slaves with certain seasons of goodness, in which hasanaat (rewards for good deeds) are multiplied, sayi'aat (bad deeds) are forgiven, people's status is raised, the hearts of the believers turn to their Master, those who purify themselves attain success and those who corrupt themselves fail. Allah has created His slaves to worship Him, as He says (interpretation of the meaning): "And I (Allah) created not the jinns and humans except that they should worship Me (Alone)." [al-Dhaariyaat 51:56]

One of the greatest acts of worship is fasting, which Allah has made obligatory on His slaves, as He says (interpretation of the meaning):

"… Observing al-sawm (the fasting) is prescribed for you as it was prescribed for those before you, that you may become al-muttaqoon (the pious)." [al-Baqarah 2:183]

Allah encourages His slaves to fast:

"… And that you fast, it is better for you, if only you know." [al-Baqarah 2:184 – interpretation of the meaning]

Ramadaan is a pillar of Islam; the Qur'aan was revealed in this month, and in it there is a night that is better than a thousand months. "When Ramadaan begins, the gates of Paradise are opened and the gates of Hell are closed, and the devils are put in chains." (Reported by al-Bukhaari, al-Fath, no. 3277).



Fasting Ramadaan is equivalent to fasting ten months. "Whoever fasts Ramadaan out of faith and with the hope of reward, all his previous sins will be forgiven." (Reported by al-Bukhaari, Fath, no. 37).

At the breaking of every fast, Allah will choose people to free from Hellfire.


Look closely on these pictures and the video clip too....


"When Ramadaan begins, the gates of Paradise are opened and the gates of Hell are closed, and the devils are put in chains."



Watch this Video Clip on Ghost Captured on CCTV in Japan


Look at the similarity with ghost picture captured in different part of the world.









Conclusion:- They are almost identical...!

Part 2. Why girls are easily charmed by men using "magical oil"! (article from indonesia)

Minyak Istanbul

Istanbul oil is one of the more common magickal types easily found sold in the Arab communities all over Indonesia and worn especially by the teachers of Islam. It has various grades and the good ones exude a very pungent, but fragrant scent. Once smelled it is hardly ever forgotten. It remains as a lasting memory. The scent is quite enduring, sometimes lasting for days on one's person and some say, may be sensed as far away as 20 feet--though this may be an exaggeration. Because of its pungency, not too many people agree well with it, saying that it makes their head whirl.

Minyak Istanbul although worn as an ordinary perfume among the pedagogues of Islam, is also used by shamans as a potent oil for the purposes of romance, sexual attraction, and charisma. When empowered with one's personal energies and thought-form, anyone within the range of the scent would not only look our way, but feel attracted and have the desire to socialize with us. The opposite sex would find us beautiful or good-looking. Pure Istanbul oil is hard to procure, most of what is sold through market places have been diluted and blended with other oils.

The oil may be consecrated with the following mantra to attract a specific person:

"Bismillahirrahmannirrahim

"Ingsun matek ajiku sibayang-bayang rasa

"Aji minyak istanbul sing kramat pengasihan

"Siapa lihat dia terpikat dan turut terpikat

"Siang kharisma nabi Yusuf as ada di wajahku

"Allahuma ya Allah" 7x

"Ya Muhammad" 3x

"Inkanat ila syaihatan wahidatan fa idzahum Jamiul ladaina muhdhorun" 7x

"Sing aku pantek si (the name of the person one wishes to attract) datang padaku haqqul yakin."

Minyak Sinyong-Nyong

Among the many wonder oils of the Dayaks is (Si)-Nyong-nyong. This minyak originates with the Iban tribe. It is a rare magical love oil used by the natives of Kalimantan mostly for keeping one's spouse faithful, although it is also applied in other affairs related to the heart by both men and women.

It is said that men who are affected by the influence of this oil would never commit adultery, even-though under barraged by the wildest temptation that the fairer sex may direct to them. In the event a man were to succumb to the wiles and seduction of a temptress, he would discover himself losing his sexual potency and would be unable to perform the coitus rite. The strange thing is that although impotent when it comes to other women, the body would function normally when fulfilling sexual duties towards one's lawful wife.

Nyong-nyong is made through a complex ritualistic process that is kept secret by the producers of this oil. It is usually manufactured during the natal day of the magically powerful head of the tribe. According to sources, on this special day, enchanted bottles are hung compulsorily on a certain banyan tree species for seven days and nights, after which time the bottles are magically filled with a thick fluid, and this is known as Nyong-nyong. The rite is not always successful which accounts for its rarity.

Nyong-nyong may be applied in many ways, one way is to have it ingested by the unsuspecting subject. Several drops in the subject's drink is enough to cause him to reject the approaches of other women. The affect of the oil may only last for several weeks or months, during which time the enchanter would repeat the process to maintain the status quo.

In general, the many love oils of the Dayaks may be applied for influencing another using the following rite:

Take some dirt or soil from the subject's footprints and wrap it up in a white piece of cloth, after which several drops of a love oil should be applied on the bundle. After this is done, the bundle of soil should be placed beneath one's pillow. The subject should then be visualized in an appropriate manner while calling out his or her name at least three times. Simultaneously, the pillow should be turned repeatedly and beaten.

Although difficult to acquire, Nyong-nyong oil is available to those that search for it. Minyak Nyong-nyong may be found sold by some perfume dealers, peddlers, and commercial psychics although the genuineness of the oil offered is questionable.

Minyak Air-Mata Duyung

This oil is the eye-secretion, or tears of the sea mammal, called, dugong (sea-cow) or "duyung" among the locals here in Indonesia. The creature sheds tears for lubrication of the eyes. The duyung is long believed to be the mythological mermaid and related to the Greek "sirens"; however, the latter is often referred to by Indonesian folklorists as "putri-duyung" and is quite different from the "ikan-duyung" or the dugong. Its scientific classification is as follow :

Family: Pugongidae in the order Sirenia.

Classification: Dugong dugon.

When unintentionally caught in fishermen's nets, perhaps out of the pain of struggle, the gentle and harmless dugong sheds these "crocodile tears." Most fishermen are careful to wipe these tears off the dugong with cotton swabs before returning the creature to the sea. The fluid in the cotton is later pressed and released into vials.

The oil or eye-secretion of the dugong has a wonderful but slight scent and is highly-prized for its magickal power to attract the opposite sex and is often used as a stand-alone or a blend with other magickal oils of nature with high pheromone content. In appearance, the "minyak air-mata duyung" is crystal-clear like water of a stream. Because of its scarcity, it is very costly.

Minyak Bulus

Minyak Bulus is derived from the fat of the fresh-water turtle and is used as an active ingredient for increasing the size of sexual appendages such as breasts and penises. It has a thick, yellowish appearance. When purchasing this oil one ought to be cautious as there are many fakes in the market-place. To use this oil one simply anoints and massages one's breast or penis with it. Scientific research on the virtues of the Bulus oil has not yet been conducted as far as we know, but generations of use of the oil gives credence to it's amazing properties.

Minyak Apel Jin

During rites of spirit-conjurations and evocations, shamans and those involved with Islamic occultism here in Indonesia often appropriate the Apel Jin oil for facilitating the contact. This oil has a black appearance. The thicker forms of this oil appears like tar and may be burnt on glowing embers as incense. The Apel-Jin is mostly used to conjure regional or house-spirits or those entities belonging to the lower astral realm. Its composition is a highly kept secret but some say that it contains products extracted from domestic live-stock or farm animals. The Apel-Jin comes in various grades and originally packed in apple-like brass containers--thus giving its name.

Minyak Lintah

Lintah means "leech." Minyak Lintah is thus translated into "Oil of Leeches." This oil, like the minyak bulus, is used to increase the size of the male penis and many have confirmed as to its efficacy. The oil has a black appearance and is derived from leeches prepared in a secret-manner. The application method is similar as the Minyak Bulus.

Minyak Kesambi and Minyak Banyu Urip

The "Banyu Urip" and Kesambi oils are names of products given by their adept-producer. These oils are extracted from the sap of certain trees and then empowered with magickal-force. The User only need consume the potions for the powers to begin to take effect in his body. The virtues of the Banyu Urip oil are as follow: it strengthens the bones; it builds-invulnerability against sharp weapons; it causes wounds to heal quickly; it strengthens the skin; it gives magickal protection against negative entities and forces; it increases one's personal magnetism; it gives one "sabda siddhi" or it causes one's words to have power; it increases psychic sensitivity, etc. The Kesambi oil is a class more powerful than the Banyu Urip--aside from invulnerability against sharp weapons, it also makes one invulnerable against bullets. The consumption of 7 bottles of either one of the oils gives long-lasting permanent effects of the powers.

Minyak Cimande

Among martial-artists of Pencak Silat here in Java, Indonesia, the Cimande (pronounced: Chee-Mun-Day) oil is quite famed for its power of invulnerability and its ability to assist the healing of broken bones, bruises, wounds, muscle-pull, twisted ligaments, etc. The physical formula and appearance of the Cimande oil may vary from one shaman producer to another, but the magickal power permeating them as empowered by these producers, are the same. Some of the ingredients of the Cimande oil are scarce and not easily obtainable; therefore, occasionally, the producers of the Cimande oils have to make do with what is available and use the best substitutes--this also contributes to the different appearances from one stock to another even by the same producer. There are many of these Cimande oils sold in traditional markets but not all are genuine--most have been diluted by their resellers to make more profit, so one has to exercise caution when purchasing them. The reseller's practice of cutting the oils is looked upon with a great amount of irritation by their producers.

There are basically two types of Cimande oils--although more are said to exist. These two types of oils may have various appearances, and often, even resembling; however, they are to be differentiated by their purposes and not their looks. The first type is the regular Cimande "balur" oils used for massages, for healing bruises and minor injury cases. The second type helps to heal broken-bones and applied for major muscle injury. It also builds-up invulnerability against sharp-weapons and punches in the user. Some Cimande-oils may be ingested for healing the organs. Cimande-oils may have strong sweet-sourish odors depending on the ingredients used.

The Cimande-oil is highly praised by those involved in martial-arts and contact-sports.

Minyak Ponibasawa

One of the magickal oils appropriated in Islamic occult practice in Indonesia is the Ponibasawa oil. This oil is especially used for uncovering known treasures hidden in certain sites or manifesting money, gold, and jewels through occult rituals. Genuine Ponibasawa oils have been consecrated with the verses of the Quran and the Divine Names--as recited by a whole "choir" of spiritual adepts and their students. The actual force of the ponibasawa lies in the khodams or angelic servants of the Quranic verses and Divine Names anchored into the oil and especially represented by the needles immersed within them. Great energy is also released by the oil in the evaporation process during occult rites, and this conveys the necessary energies for the khodams of the oil to conduct their assigned task. Many anomalies have been noted regarding the ponibasawa oils or its variants, such as, when the vial of the oil is placed in a glass of water, it would cause the evaporation of the water at a very rapid rate. Some have claimed that the khodams of the ponibasawa oils dislike alcohol, thus when brought near bottles of alcoholic beverages, the latter would shatter into pieces.

During rites of treasure retrieval or manifesting money or gold from the ethers, the oil is normally used in conjunction with high grades "Buhur," or powdered incenses. Certain prayers and mantras are recited to activate the power and forces associated with the oil.

There are many ponibasawa oils sold in traditional markets, but they are not all genuine and most of them are fakes in the sense that they are unempowered with occult force. The genuine ones are very costly and scarce and are said to come from Turkey. Ponibasawa oils are of various colors and come in sealed vials in larger glassed-tubes. The number of sealed vials may vary, from one to three--or even more. In each of the sealed vials are empowered needles of a variable amount--the more needles they contain, the more potent the oil--some variants of the ponibasawa oil do not contain any needles, though